Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Monday, April 20, 2015

Teknik Memulai Sebuah Usaha

Setelah kita bahas soal wirausaha untuk mengurangi efek pengangguran dan pentingnya pengetahuan dalam berwirausaha. Sekarang kita bahas, apa saja sih teknik untuk memulai suatu usaha itu.

Tentunya dalam memulai sebuah usaha ada tekniknya. Salah satu teknik untuk memulai usaha adalah membuat business plan (rencana bisnis) yang matang dan realistis. Teknik ini tentunya sangat penting, dikarenakan dari rencana inilah yang nantinya akan menunjukkan bisnis yang kita buat bisa berhasil atau tidaknya. Dan  perencanaan bisnis sendiri ibarat sebuah peta dan kompas untuk menjalankan bisnis. Perencanaan bisnis sangat berguna untuk menilai apakah usaha/bisnis yang akan kita tekuni layak, profitable dan berjangka panjang/berprospek.

Menurut jurnal yang saya ambil, "Business Plan Sebagai Langkah Awal Memulai Usaha oleh: Supriyanto (Staf Pengajar FISE Universitas Negeri Yogyakarta)", Ada prinsip-prinsip untuk membuat perencanaan usaha yaitu sebagai berikut ini :
     a. Perencanaan usaha harus dapat diterima oleh semua pihak.
     b. Perencanaan usaha harus fleksibel dan realistis.
     c. Perencanaan usaha harus mencakup seluruh aspek kegiatan usaha.
     d. Perencanaan usaha harus merumuskan cara-cara kerja usaha yang efektif dan efisien.

Dari business plan ini dapat dijabarkan secara luas, untuk teknik memulai usaha. Secara garis besar isi suatu perencanaan bisnis dimulai dari Ringkasan, Statemen Misi,  Faktor-faktor kunci, Analisis Pasar, Produksi, Manajemen dan Analisis Finansial seperti analisis Break Event dan lain-lainnya.

Untuk memulai sebuah usaha paling tidak kita harus adalah memikirkan, menimbang-nimbang, memutuskan, dan menentukan hal-hal berikut ini :

  1. Gambaran singkat soal latar belakang usaha yang akan kita mulai.
  2. Deskripsi perusahaan 
  3. Barang / Jasa apa yang akan kita jual/pasarkan
  4. Bagaimana peluang bisnisnya
  5. Bagaimana kondisi persaingan di pasar dan cara kita menyikapinya
  6. Menentukan posisi usaha di pasar
  7. Bagaimana pemasaran barang/jasa yang akan kita pasarkan
  8. Analisa aspek produksi (jika usaha kita fokus pada produksi barang)
  9. Analisa aspek manajemen di dalam usaha yang akan kita mulai
  10. Analisa aspek keuangan (mulai dari modal memulai usaha, cara mendapatkan modal, dan cash flow nya)
  11. Analisa apakah usaha yang akan kita mulai membutuhkan karyawan tambahan atau tidak.

Mengapa rencana bisnis/usaha ini sangat penting?
Di sisi lain jika kita tidak mempunyai modal untuk memulai sebuah usaha, kita bisa menawarkan proposal perencanaan bisnis ke investor ataupun jika kita ingin mencari pinjaman dana ke bank.

Tanpa sebuah perencanaan bisnis maka perjalanan bisnis kita ibarat orang yang berjalan dalam kegelapan. Dengan sebuah perencanaan bisnis kita dapat menetapkan tujuan utama bisnis/usaha kita, agar kita tetap fokus pada tujuan kita memulai bisnis/usaha, dan agar usaha kita tetap berjalan pada harapan kita.


Sumber jurnal :

Nama : Adi Wahyu Permana
NBI    : 1461404817
Kelas  : S
Tugas : Kewirausahaan
Nama Dosen : Supangat, SE, S.Kom, M.Kom.

Tuesday, April 7, 2015

Pentingnya Pengetahuan Dalam Berwirausaha

Di artikel yang saya tulis sebelumnya, membahas soal kewirausahaan untuk mengurangi pengangguran. Tentunya kita tau kondisi negara kita saat ini, dengan tingkat pengangguran yang banyak dan makin maraknya kriminalitas. Tentunya pasar tenaga kerja kita tidak dapat menyerap semua pengangguran secara drastis. Maka dari itu, jalan satu-satunya untuk mengurangi pengangguran tersebut adalah dengan berwirausaha. Dengan berwirausaha kita dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Bukan hanya sebagai pencari kerja.

Untuk memulai berwirausaha tidak semudah yang anda bayangkan. Dalam berwirausaha bukan hanya keuntungan saja yang akan anda dapatkan. Melainkan anda juga bisa mengalami kerugian. Dalam lingkungan usaha yang sekarang semakin kompetitif, pengetahuan dan keterampilan dalam bidang perusahaan yang dilakukan mutlak diperlukan bagi seorang pengusaha. Dengan modal dasar pengetahuan, maka anda dapat mengetahui bagaimana cara berwirausaha yang baik dan benar.

Dalam jurnal yang saya pilih, "The Role of Knowledge in Business Start-up Activity" oleh DIRK DE CLERCQ Brock University, Canada dan PIA ARENIUS HEC Lausanne, University of Lausanne, Switzerland. Dalam studinya fokus pada faktor penentu berbasis pengetahuan untuk memulai bisnis/wirausaha. Peran pengetahuan didasarkan pada gagasan self-efficacy, yaitu, sejauh mana yang memiliki keyakinan pada kemampuan sendiri (misalnya Bandura, 1978; Boyd dan Vozikis, 1994). Self-efficacy merupakan konsep penting karena mempengaruhi kesediaan seseorang dan kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu (Litt, 1988).

Dari sini kita lebih bisa membangun dan memperluas penjelasan self-efficacy untuk memulai suatu usaha. kegiatan dengan menekankan peran dua kelompok pengetahuan, yaitu individu yang mempunyai basis pengetahuan di satu sisi, dan individu yang memiliki pengetahuan eksternal di sisi lain. Sebuah alasan penting  bahwa kepemilikan dan akses ke pengetahuan sangat penting dalam hal kepercayaan individu tentang memiliki keterampilan untuk berhasil memulai sebuah usaha.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pengetahuan dan kemampuan

individu menjadi penggerak utama bagi perilaku mereka. Artinya, literatur telah menekankan
pentingnya modal manusia dalam kegiatan ekonomi (Becker, 1975; Coleman, 1988). Modal manusia dapat dikembangkan melalui pendidikan formal pelatihan dan pendidikan serta pengalaman yang berhubungan dengan pekerjaan.

Dalam jurnal ini lebih memperhatikan pengaruh pengetahuan tentang hasil kinerja yang berhubungan dengan sifat keputusan perilaku (seperti keputusan untuk memulai sebuah usaha). Sebagai contoh, Gimeno et al. (1997) menemukan hubungan positif antara keseluruhan tingkat sumber daya individu manusia, yang diukur dengan tingkat pendidikan mereka, pengalaman kerja, dan kinerja ekonomi. Selanjutnya, Pennings et al. (1998) menemukan efek negatif dari modal manusia pada pembubaran perusahaan, dan Kilkenny et al. (1999) menyatakan bahwa keberhasilan bisnis yang positif berkaitan dengan tingkat pelatihan dari seseorang, pengalaman bisnis secara keseluruhan dan total pendapatan.

Dalam hal keputusan untuk memulai sebuah usaha, penelitian terbaru telah menemukan efek positif dari tingkat pendidikan seseorang dan kemungkinan untuk memahami peluang kewirausahaan (Arenius dan De Clercq, 2005). Demikian pula, bahwa kemungkinan menjadi pengusaha baru lahir meningkat terus sebagai individu memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi (Arenius dan Minniti, 2005). Mengingat bahwa keberhasilan diantisipasi oleh meningkatnya penciptaan usaha baru ketika seseorang percaya diri untuk memegang pengetahuan yang relevan dengan kewirausahaan, seseorang akan lebih mungkin untuk memulai usaha baru sebagai pilihan karir yang layak ketika salah satu memegang pengetahuan yang relevan untuk kegiatan tersebut.

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dasar individu yang ada secara positif berkaitan dengan kemungkinan individu itu untuk terlibat dalam memulai kegiatan usaha baru. Untuk menjadi wirausaha yang sukses tentu saja harus memiliki kompetensi dalam menghadapi resiko dan tantangan. Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan individu yang langsung berpengaruh pada hasil. Terlepas dari pengetahuan dan keterampilan, seorang wirausaha juga harus memahami dasar area dan perdagangan bisnisnya dengan cepat, mulai dari akun dan administrasi, manajemen sampai marketing dan produksi.Karena wirausaha adalah orang yang selalu berorientasi pada hasil.

Sumber jurnal :

Nama : Adi Wahyu Permana
NBI    : 1461404817
Kelas  : S
Tugas : Kewirausahaan
Nama Dosen : Supangat, SE, S.Kom, M.Kom.

Tuesday, March 31, 2015

Kewirausahaan Untuk Mengurangi Efek Pengangguran

Begal, tentunya kita semua sudah tidak asing lagi dengan kata itu. Tindakan kriminal yang sangat meresahkan masyarakat baru-baru ini. Tiap hari selalu saja ada berita tentang hal itu, bahkan seperti tidak ada habisnya. Pelakunya pun tak tanggung, kebanyakan adalah usia remaja. Banyak pelaku yang statusnya baru saja lulus sekolah menengah atas. Mengapa tindak kriminal sekarang lebih banyak? Mungkin ini adalah efek dari tambah banyaknya pengangguran di Negara kita ini. 

Berdasarkan wilayah, jumlah pengangguran di pulau Jawa paling tinggi dibandingkan pulau lainnya. Hal ini terjadi karena tingginya arus urbanisasi dari desa ke kota ataupun dari pulau lain ke pulau Jawa, dengan ekspektasi bahwa akan tersedia lapangan kerja yang cukup dan memadai di Pulau Jawa. Akan tetapi, tingginya jumlah penduduk yang melakukan urbanisasi menyebabkan penumpukan dan tidak dapat semuanya diserap oleh pasar tenaga kerja. Tingginya beban hidup di perkotaan, ditambah lagi dengan kondisi menganggur, menyebabkan terjadinya kemiskinan dan yang lebih memprihatinkan meningkatnya aksi kejahatan/kriminal.

Yang saya kutip dari jurnal "The Effects of Unemployment on Property Crime" dari Karin Edmark, menurut teori ekonomi kejahatan, dengan fundaments ditetapkan oleh Becker [1968], menganggap kejahatan sebagai jenis pekerjaan, yaitu sebagai suatu kegiatan yang membutuhkan waktu dan menghasilkan manfaat ekonomi. Ini menggambarkan pilihan individu antara kerja dan kejahatan sebagai sumber pendapatan selama satu periode. Kerja dan kejahatan yang dianggap sebagai kegiatan alternatif yang tidak bisa digabungkan.Bagaimana banyak kejahatan terjadi? dikarenakan banyak pengangguran yang lebih memilih kejahatan jika pengembalian/hasil yang diharapkan dari kejahatan lebih tinggi daripengembalian/hasil yang diharapkan dari pekerjaan. Dan dengan didorong faktor semakin sedikit lapangan pekerjaan dan semakin banyak saingan untuk memperoleh suatu pekerjaan. Serta standart yang banyak ditetapkan oleh industri pencari tenaga kerja kebanyakan adalah tingkat sarjana. 

Bisa dikatakan pilihan individu antara kejahatan dan kerja dipengaruhi oleh upah. Banyak yang lebih memilih untuk kejahatan dikarenakan hasilnya lebih banyak daripada dengan bekerja secara halal. Semakin banyak kejahatan yang terungkap, semakin banyak pula tingkat pengangguran yang bisa bertambah. Setiap pelaku kejahatan ditangkap, dan setelah itu dibebaskan, mereka tidak bisa/sulit untuk mendapatkan suatu pekerjaan yang benar/halal. Dikarenakan catatan kriminal merekalah yang menyebabkan seperti itu, dan pada akhirnya mereka tetaplah menganggur dan melakukan tindakan kejahatan lagi. Jika masalah kriminalitas yang kian banyak ini tidak segera diatasi, maka iklim investasi pun bisa terganggu.karena investor asing akan berpikir 2 kali untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Selain pengangguran ditingkat org yg belum terdidik atau yang sampai lulusan SMA/SMK. Pengangguran di level universitas pun mengalami kenaikan. Meski dalam pendidikannya mereka paling tinggi, mengapa banyak lulusan universitas yang menganggur?

Dalam jurnal lain yang bisa saya kutip, "Pengangguran di Era Komputerisasi" oleh Engelwati Gani. Di sini dikatakan, tingginya jumlah penganggur lulusan universitas mencerminkan tiadanya konsep pemerintah untuk mengelola dan mendayakan potensi kolektif SDM terdidik.
Dalam perspektif lain, tingginya jumlahh penganggur sarjana mencerminkan kekeliruan orientasi pengelolaan universitas, di mana secara umum gejala lemahnya dasar-dasar intelektual mudah dijumpai di kalangan mahasiswa, meliputi ketidakmampuan menalar kritis, mengungkapkan gagasan, kurang mandiri, dan sebagainya.

Kondisi di atas mengisaratkan betapa masalah pengangguran menjadi masalah yang sangat serius. Beberapa pihak menyoal keberadaan lulusan perguruan tinggi saat ini. Menurut Hendarman, Direktur Kelembagaan Dikti Depdiknas menyatakan ”data pengangguran terdidik di Indonesia menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin rendah kemandirian dan semangat kewirausahaannya.”

Pemerhati kewirausahaan menyatakan bahwa sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi adalah lebih sebagai pencari kerja (job seeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Maka dari itu pentingnya pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu jangan hanya diajarkan bagaimana bisa bekerja dengan baik, tetapi dipacu untuk bisa menjadi pemilik dari usaha-usaha sesuai latar belakang ilmu mereka. 

Kewirausahaan merupakan persoalan penting di dalam perekonomian suatu bangsa yang sedang membangun. Kemajuan atau kemuduran ekonomi suatu bangsa ditentukan oleh keberadaan dan peranan dari kelompok entrepreneur ini. Melalui kewirausahaan akan memunculkan banyak manfaat pada masyarakat. Contohnya saja menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran. 

Di situasi yang sekarang ini, memang banyak dan terus meningkat jumlah pengangguran terdidik. Mungkin dengan wirausaha, bisa lebih banyak mengurangi tingkat pengangguran terdidik maupun pengangguran lainnya dalam mendapatkan suatu pekerjaan. Dan membantu program pemerintah untuk menekan angka pengangguran di Negara kita tercinta ini...

Sumber jurnal :

Nama : Adi Wahyu Permana
NBI    : 1461404817
Kelas  : S
Tugas : Kewirausahaan
Nama Dosen : Supangat, SE, S.Kom, M.Kom.

Sunday, March 29, 2015

Welcome Back

Sudah sekian lama tidak pernah membuka blog ini dikarenakan sibuk dengan rutinitas kerja.
Sekarang, Insya Allah akan aktif kembali untuk berbagi ilmu dan sharing. Dikarenakan kembali menuntut ilmu / duduk dibangku kuliah.

Semoga Bermanfaat... :)